Bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional telah mengalami perkembangan yang signifikan sejak kemerdekaan Indonesia pada tahun 1945. Bahasa yang awalnya digunakan sebagai bahasa pemersatu bangsa, kini telah berkembang menjadi bahasa yang dinamis dan kontemporer, terutama di era digital seperti sekarang ini. Perkembangan bahasa Indonesia kontemporer dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk kemajuan teknologi, globalisasi, dan perubahan sosial budaya.
Perkembangan bahasa Indonesia kontemporer dapat dilihat dari penggunaan bahasa dalam media sosial, seperti Twitter, Instagram, dan Facebook. Media sosial telah menjadi platform yang efektif untuk menyebarkan informasi dan berkomunikasi dengan orang lain. Namun, penggunaan bahasa dalam media sosial juga telah mengalami perubahan yang signifikan. Bahasa yang digunakan dalam media sosial cenderung lebih santai dan informal, dengan penggunaan kata-kata slang dan singkatan yang banyak. Contohnya, kata “kamu” yang sebelumnya digunakan sebagai kata ganti orang kedua, kini telah digantikan dengan kata “lu” atau “kua”. Bahasa yang santai dan informal ini telah menjadi ciri khas bahasa Indonesia kontemporer.
Selain itu, perkembangan bahasa Indonesia kontemporer juga dipengaruhi oleh kemajuan teknologi. Dengan adanya internet dan smartphone, akses ke informasi dan pengetahuan telah menjadi lebih mudah dan cepat. Namun, hal ini juga telah membuat bahasa Indonesia kontemporer menjadi lebih terpengaruh oleh bahasa asing, terutama bahasa Inggris. Banyak kata-kata asing yang telah diserap ke dalam bahasa Indonesia, seperti “selfie”, “hashtag”, dan “viral”. Penggunaan kata-kata asing ini telah menjadi ciri khas bahasa Indonesia kontemporer.
Perkembangan bahasa Indonesia kontemporer juga dipengaruhi oleh perubahan sosial budaya. Dengan adanya kemajuan teknologi dan globalisasi, masyarakat Indonesia telah menjadi lebih terbuka dan terhubung dengan dunia luar. Hal ini telah membuat bahasa Indonesia kontemporer menjadi lebih beragam dan dinamis. Bahasa yang digunakan dalam masyarakat telah menjadi lebih fleksibel dan adaptif, dengan penggunaan kata-kata dan istilah yang berbeda-beda tergantung pada konteks dan situasi.
Namun, perkembangan bahasa Indonesia kontemporer juga memiliki dampak negatif. Dengan adanya penggunaan bahasa yang santai dan informal, serta penggunaan kata-kata asing, bahasa Indonesia kontemporer telah menjadi kurang formal dan kurang sopan. Hal ini telah membuat bahasa Indonesia kontemporer menjadi kurang dihargai dan kurang dihormati. Selain itu, perkembangan bahasa Indonesia kontemporer juga telah membuat bahasa daerah menjadi kurang digunakan dan kurang dihargai.
Untuk mengatasi dampak negatif ini, diperlukan upaya untuk melestarikan dan mengembangkan bahasa Indonesia kontemporer yang baik dan benar. Hal ini dapat dilakukan dengan cara mengajarkan bahasa Indonesia yang baik dan benar di sekolah-sekolah, serta mempromosikan penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar di media massa dan media sosial. Selain itu, juga diperlukan upaya untuk melestarikan bahasa daerah dan mengembangkan bahasa Indonesia kontemporer yang lebih beragam dan dinamis.
Dalam kesimpulan, perkembangan bahasa Indonesia kontemporer adalah hasil dari kemajuan teknologi, globalisasi, dan perubahan sosial budaya. Bahasa Indonesia kontemporer telah menjadi lebih dinamis dan fleksibel, dengan penggunaan kata-kata dan istilah yang berbeda-beda tergantung pada konteks dan situasi. Namun, perkembangan bahasa Indonesia kontemporer juga memiliki dampak negatif, seperti penggunaan bahasa yang santai dan informal, serta penggunaan kata-kata asing. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk melestarikan dan mengembangkan bahasa Indonesia kontemporer yang baik dan benar, serta melestarikan bahasa daerah dan mengembangkan bahasa Indonesia kontemporer yang lebih beragam dan dinamis.