Kardinal Robert Francis Prevost dari Amerika Serikat terpilih sebagai pemimpin baru Gereja Katolik, menggantikan Paus Fransiskus yang meninggal dunia beberapa waktu lalu. Dengan nama kepausan Paus Leo XIV, ia menjadi Paus ke-267 dalam sejarah Gereja Katolik. Proses pemilihan Paus baru yang berlangsung selama tiga putaran sejak Rabu (7/5) akhirnya menentukan Prevost sebagai penerus Petrus.
Sebelum terpilih sebagai Paus, Robert Francis Prevost menjabat sebagai Uskup Chiclayo di Peru sejak tahun 2015 hingga 2023. Ia merupakan salah satu Kardinal yang diangkat langsung oleh Paus Fransiskus, pendahulunya. Pengangkatan Prevost sebagai Kardinal merupakan salah satu langkah Paus Fransiskus untuk memperkuat hubungan antara Gereja Katolik di Amerika dan seluruh dunia.
Sebagai Uskup Agung Chicago, Prevost memimpin Keuskupan Agung terbesar di Amerika Utara. Ia juga aktif dalam berbagai kegiatan gerejawi, termasuk menjabat di Komisi Kepausan untuk Amerika Latin. Kawasan Amerika Latin merupakan rumah bagi hampir 40 persen umat Katolik di seluruh dunia, sehingga peran Prevost dalam memimpin Komisi ini sangat strategis.
Kelahiran Robert Francis Prevost di Chicago pada tahun 1955 merupakan titik awal perjalanan hidupnya yang penuh dedikasi terhadap Gereja Katolik. Setelah menyelesaikan pendidikannya, ia ditahbiskan sebagai imam dan kemudian diangkat sebagai Uskup Chiclayo di Peru. Selama menjabat sebagai Uskup, Prevost dikenal karena kepemimpinannya yang bijak dan kemampuannya dalam memimpin umat Katolik di wilayah tersebut.
Dengan terpilihnya sebagai Paus, Robert Francis Prevost menjadi Paus pertama dalam sejarah yang berasal dari Amerika Serikat. Ia juga memiliki kewarganegaraan ganda, yakni Amerika Serikat dan Peru. Sebagai Paus pertama dari Amerika, Prevost diharapkan dapat membawa perspektif baru dalam memimpin Gereja Katolik di era modern ini.
Sebagai pemimpin Gereja Katolik, Paus Leo XIV diharapkan dapat melanjutkan karya-karya yang telah dilakukan oleh Paus Fransiskus. Ia juga diharapkan dapat memperkuat hubungan antara Gereja Katolik dengan umat Katolik di seluruh dunia. Dengan pengalamannya sebagai Uskup Agung Chicago dan Ketua Komisi Kepausan untuk Amerika Latin, Paus Leo XIV diharapkan dapat membawa semangat baru dalam memimpin Gereja Katolik.
Dalam proses pemilihan Paus baru, Kardinal Prevost terpilih dalam tiga putaran pemilihan. Ia memperoleh suara mayoritas pada putaran ketiga, yang menandakan kesepakatan antara para Kardinal dalam memilih pemimpin baru Gereja Katolik. Paus Leo XIV diharapkan dapat menjadi pemimpin yang bijak dan membawa Gereja Katolik ke era baru.
Sebagai Paus pertama dari Amerika Serikat, Robert Francis Prevost memiliki tantangan besar dalam memimpin Gereja Katolik di tengah perubahan zaman. Namun, dengan pengalaman dan kemampuannya, ia diharapkan dapat membawa Gereja Katolik ke masa depan yang lebih cerah.
Paus Leo XIV juga diharapkan dapat memperkuat hubungan antara Gereja Katolik dengan komunitas agama lainnya. Dalam beberapa tahun terakhir, Gereja Katolik telah meningkatkan upayanya untuk memperkuat hubungan dengan agama lain, termasuk Islam, Yahudi, dan agama lainnya.
Dengan demikian, terpilihnya Paus Leo XIV sebagai pemimpin baru Gereja Katolik menandai awal baru dalam sejarah Gereja. Ia diharapkan dapat membawa semangat baru dan memperkuat hubungan antara Gereja Katolik dengan umat Katolik di seluruh dunia.