Cuaca buruk di Maluku memaksa penutupan jalur pendakian Gunung Binaiya diperpanjang hingga batas waktu yang tidak ditentukan. Keputusan ini diambil oleh Balai Taman Nasional Manusela setelah memperhatikan kondisi cuaca yang kurang kondusif di wilayah tersebut.
Menurut pengumuman bernomor PG.279/T.48/TU/UM/5/2025 yang dikeluarkan pada Jumat, 9 Mei 2025, penutupan kawasan Taman Nasional Manusela ini bertujuan untuk menjaga keselamatan para pendaki. Cuaca buruk yang melanda wilayah Maluku beberapa hari terakhir ini membuat aktivitas pendakian di Gunung Binaiya menjadi tidak aman.
Kepala Balai Taman Nasional Manusela, Deny Rahadi, dalam pengumuman tersebut menyebutkan bahwa penutupan jalur pendakian ini merupakan perpanjangan dari pengumuman sebelumnya yang dikeluarkan pada 28 April 2025. “Menyusul pengumuman nomor PG. 211/T.48/TU/UM/4/2025 tanggal 28 April 2025 dan memperhatikan kondisi cuaca yang kurang kondusif, di mana sering terjadi hujan lebat disertai kabut tebal di sekitar Gunung Binaiya, maka penutupan aktivitas wisata pendakian diperpanjang sampai batas waktu yang tidak ditentukan,” ungkapnya.
Kondisi cuaca buruk di Maluku beberapa hari terakhir ini memang sangat mengkhawatirkan. Hujan lebat dan kabut tebal yang sering terjadi di sekitar Gunung Binaiya membuat visibilitas menjadi sangat rendah, sehingga sangat berisiko bagi para pendaki untuk melakukan aktivitas pendakian. Oleh karena itu, penutupan jalur pendakian ini dianggap sebagai langkah yang tepat untuk menjaga keselamatan para pendaki.
Gunung Binaiya merupakan salah satu destinasi wisata alam yang populer di Maluku, dengan keindahan alam yang sangat luar biasa. Namun, keselamatan para pendaki harus menjadi prioritas utama. Dengan penutupan jalur pendakian ini, diharapkan para pendaki dapat memahami dan menahan diri untuk tidak melakukan aktivitas pendakian sampai kondisi cuaca membaik.
Taman Nasional Manusela merupakan kawasan konservasi yang sangat penting, dengan keanekaragaman hayati yang sangat tinggi. Oleh karena itu, penutupan jalur pendakian ini juga bertujuan untuk menjaga kelestarian alam dan mencegah terjadinya kerusakan lingkungan.
Para pendaki yang telah merencanakan untuk melakukan pendakian di Gunung Binaiya diharapkan untuk memantau perkembangan situasi cuaca dan informasi dari pihak Taman Nasional Manusela sebelum melakukan aktivitas pendakian. Dengan demikian, keselamatan para pendaki dapat terjamin dan keindahan alam Gunung Binaiya dapat dinikmati dalam kondisi yang aman.
Sebelumnya, pada 28 April 2025, pihak Taman Nasional Manusela telah mengeluarkan pengumuman penutupan jalur pendakian Gunung Binaiya karena kondisi cuaca yang tidak kondusif. Namun, karena kondisi cuaca masih belum membaik, maka penutupan jalur pendakian ini diperpanjang.
Dalam beberapa tahun terakhir, Gunung Binaiya telah menjadi destinasi wisata yang sangat populer di Maluku. Banyak pendaki yang ingin menaklukkan puncak gunung ini karena keindahan alamnya yang sangat luar biasa. Namun, keselamatan para pendaki harus menjadi prioritas utama.
Dengan penutupan jalur pendakian ini, diharapkan para pendaki dapat memahami dan menahan diri untuk tidak melakukan aktivitas pendakian sampai kondisi cuaca membaik. Pihak Taman Nasional Manusela akan terus memantau kondisi cuaca dan perkembangan situasi untuk menentukan kapan jalur pendakian dapat dibuka kembali.
Keputusan penutupan jalur pendakian Gunung Binaiya ini juga mendapat dukungan dari masyarakat. Mereka berharap keselamatan para pendaki dapat terjamin dan keindahan alam Gunung Binaiya dapat dinikmati dalam kondisi yang aman.
Saat ini, pihak Taman Nasional Manusela terus berupaya untuk memantau kondisi cuaca dan perkembangan situasi. Mereka juga mengimbau kepada para pendaki untuk memantau informasi resmi dari pihak taman nasional sebelum melakukan aktivitas pendakian.
Dengan demikian, penutupan jalur pendakian Gunung Binaiya ini diharapkan dapat memberikan kesempatan bagi para pendaki untuk memahami dan menahan diri sampai kondisi cuaca membaik. Keindahan alam Gunung Binaiya dapat dinikmati dalam kondisi yang aman dan nyaman.